Epstein Files Ungkap Dugaan Upaya Dekati Lingkaran Elit Rusia, Presiden Putin Terlibat?

Pada 30 Januari 2026, U.S. Department of Justice (DOJ) mulai merilis lebih dari 1,3 juta dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Rilis ini dilakukan dalam kerangka Epstein Files Transparency Act, yang mewajibkan pengungkapan bukti dari penyelidikan besar atas jaringan global Epstein.
Dokumen yang mencakup email, surat, catatan perjalanan, hingga kliping media tersebut segera menjadi sorotan internasional. Selain memuat nama-nama elite Barat, file ini juga mengungkap detail upaya Epstein membangun relasi dengan lingkaran kekuasaan Rusia termasuk upayanya mendapatkan akses ke Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sumber: nytimes.com
Nama Putin Muncul Ribuan Kali, Tapi Apa Arti Sebenarnya?

Dalam kumpulan dokumen yang baru dirilis, nama Presiden Rusia Vladimir Putin muncul lebih dari 1.000 kali dalam konteks komunikasi, korespondensi, dan artikel yang disimpan Epstein. Banyak penyebutan ini berasal dari kliping media dan pembicaraan soal kebijakan atau komentar global bukan bukti interaksi langsung.
Beberapa surat menunjukkan Epstein berulang kali berusaha membangun hubungan atau bahkan mengatur pertemuan dengan Putin, termasuk melalui perantara internasional. Namun tidak ada bukti kuat bahwa pertemuan seperti itu pernah terjadi.
Upaya Epstein Mendekati Lingkaran Elite Rusia

Meski tidak ada bukti pertemuan langsung dengan Putin, dokumen menunjukkan bahwa Epstein secara aktif berupaya membangun akses ke Kremlin melalui berbagai jalur diplomatik dan politik.
Beberapa temuan penting:
- Upaya komunikasi dengan pejabat Kremlin dan figur yang memiliki koneksi tinggi di Moskow
- Korespondensi dengan mantan diplomat Rusia dan penasihat pemerintah
- Rencana perjalanan dan permintaan visa terkait kunjungan ke Rusia
- Upaya mengatur pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov
Pada 2018, Epstein bahkan menulis kepada Thorbjørn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia dan kepala Dewan Eropa saat itu, menyarankan agar ia dapat memberikan “wawasan” kepada Kremlin terkait Presiden AS saat itu, Donald Trump.
Namun, dokumen tidak menunjukkan bahwa pertemuan dengan Lavrov maupun Putin pernah benar-benar terjadi.
Hubungan dengan Pejabat dan Figur Rusia
File DOJ juga memperlihatkan hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh Rusia, termasuk:
- Sergei L. Belyakov, mantan wakil menteri pembangunan ekonomi Rusia
_ Vitaly I. Churkin, perwakilan Rusia untuk PBB hingga 2017
-Figur budaya seperti Valery Gergiev, direktur Teater Mariinsky
Dalam beberapa kasus, hubungan tersebut bersifat timbal balik. Epstein memberikan akses, wawasan, atau koneksi internasional, sementara sejumlah pejabat Rusia mencari masukan ekonomi, investasi, atau jejaring bisnis di tengah tekanan sanksi internasional pasca aneksasi Krimea 2014.
Dokumen juga menyebutkan bahwa Epstein pernah mengusulkan ide seperti “versi Bitcoin Rusia yang canggih” untuk membantu mengurangi isolasi ekonomi Moskow.
Dugaan Keterkaitan dengan Intelijen Rusia Spekulasi, Bukan Bukti
Spekulasi tentang kemungkinan hubungan yang lebih dalam antara Epstein dan layanan intelijen, termasuk Rusia, muncul setelah temuan ini. Polandia bahkan mengumumkan rencana penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan tersebut.
Akan tetapi, menurut sumber internasional yang kredibel:
- Kremlin secara tegas membantah bahwa Epstein adalah agen intelijen Rusia atau bertindak atas nama dinas rahasia.
- Tidak ada bukti konklusif dari dokumen yang dirilis bahwa Epstein bekerja sebagai agen intelijen atau menerima mandat resmi dari pemerintah Rusia. Dugaan semacam itu masih bersifat spekulatif dan dipicu oleh banyaknya penyebutan nama Rusia dan Putin dalam file, bukan karena bukti langsung.
Selain penyebutan Putin, dokumen juga mengindikasikan koneksi Epstein dengan sejumlah figur Rusia atau mereka yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin:
- Figur yang pernah menjadi diplomat Rusia dan memiliki jaringan luas internasional.
- Individu yang berada di jaringan bisnis dan politik Rusia.
Dalam beberapa kasus, hubungan tersebut juga mencakup aspek komersial atau real-estate bukan hanya sosial. Laporan dari media seperti Le Monde menunjukkan bahwa Epstein juga bertindak sebagai fasilitator untuk transaksi real-estate dan transaksi keuangan melibatkan elit Rusia.
Pengungkapan ini memicu berbagai reaksi
- Spekulasi internasional tentang apakah hubungan Epstein dengan Rusia lebih dari sekadar sosial dan ekonomi termasuk pertanyaan tentang motif dan potensi ‘kompromat’.
- Beberapa negara Eropa mempertimbangkan investigasi lebih jauh untuk mengetahui apakah file-file ini membuka celah penyalahgunaan di luar AS.
_ Di Moskow dan kalangan pro-Kremlin, pembicaraan ini dipandang sebagai upaya merusak citra Rusia oleh media Barat, sambil menolak semua klaim yang mengaitkan Putin atau lembaga intelijen dengan Epstein.
Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan oleh DOJ dan laporan media internasional:
- Jeffrey Epstein aktif berupaya membangun jaringan dengan elite Rusia
- Ia mencoba mendapatkan akses ke Vladimir Putin melalui berbagai perantara
- Tidak ada bukti dokumenter bahwa Putin atau pemerintah Rusia secara resmi terlibat dalam aktivitas kriminal Epstein
- Dugaan keterkaitan intelijen Rusia masih bersifat spekulatif
Bagian paling signifikan dari Epstein Files bukanlah bukti keterlibatan kepala negara tertentu, melainkan gambaran tentang luas dan kompleksnya jaringan global Epstein yang menjangkau tokoh bisnis, politik, diplomasi, dan budaya di berbagai negara.
Dokumen ini membuka pertanyaan baru tentang relasi lintas negara, reputasi elite global, serta bagaimana jaringan personal dapat beririsan dengan kepentingan geopolitik.
